Blog Mengulas Tentang Kesehatan, Kuliner, Otomotif ,Teknologi, Travel, Properti, Olahraga, Tips, Fashion, Kecantikan, Elektronik, Pets dan Lain - Lain Terbaru

Teknik Baru BPPT yang Perlu Diketahui Masyarakat

Menghadapi curah hujan di Indonesia yang semakin hari semakin meningkat, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menciptakan sebuah inovasi terbaru. Teknik baru BPPT tersebut adalah penyemaian flare. Tujuan penggunaan teknik adalah diharapkan bisa mengurangi curah hujan yang tinggi.


Cara Kerja Teknik Penyemaian Flare
Teknik yang digunakan oleh BPPT ini adalah teknologi modifikasi cuaca yang bisa disebut dengan TMC. Teknologi ini ditemukan pada tahun 1949 yang ditemukan oleh Vincent Schaefer dan Irving Langmuir. Cara kerja dari penyemaian flare ini adalah dengan menembaknya kea wan dengan menggunakan pesawat Piper Cheyenne (PK-TMC).

Pesawat tersebut adalah milik Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BTMC) BPPT. Nantinya, pesawat tersebut akan membawa tabung flare dengan diisikan garam di dalamnya. Kemudian, flare tersebut ditembakkan ke awan yang memiliki potensi menghasilkan curah hujan tinggi. Flare yang digunkan untuk teknolog TMC ini adalah Hygroscopics dan Agl Flare BIP.

Teknik sebenarnya bukan yang pertama kali dilakukan. Ide tersebut diawali pada saat penanganan kebakaran hutan di Riau, dengan menggunakan teknik TMC. Pada kali ini sebaliknya, teknik ini digunakan untuk mengurangi curah hujan. Tingginya curah hujan Jabodetabek yang telah menyebabkan banjir setiap kali ada hujan.

Bahan yang digunakan untuk melakukan penyemaian flare adalah CaCl2. Kandungan bahan tersebut nantinya akan digabungkan dengan Hygroscopics flare. Bahan tersebut digunakan dengan tujuan untuk menyemai awn yang baru tumbuh. Beberapa daerah yang menjadi fokus operasi ini adalah daerah yang berada pada kawasan downwind atau turbin angin.

Operasi dilakukan dengan melakukan pembakaran flare dalam jumlah yang besar dan diletakkan di dasar awan dengan ketinggian sekitar 3.000 – 4.000 ft. Tujuan dilakukan hal tersebut adalah untuk mengurangi dan mengganggu awan tumbuh. Sehingga, bisa menekan curah hujan, dari yang sebelumnya berpotensi tinggi, hingga menjadi rendah.

Untuk bahan yang kedua, yaitu Agl Flae BIP digunakan untuk menyemai awan yang berada pada ketinggian 20.000 kaki. Flare tersebut ditujukan untuk membakar wan cumulonimbus pada suhu puncak awan berada pada kisaran 6 derajat Celcius. Teknik baru BPPT ini terbukti ampuh untuk menurunkan curah hujan, sehingga bisa meminimalisir banjir.

Related : Teknik Baru BPPT yang Perlu Diketahui Masyarakat